Selasa, 05 Juni 2012

Permainan Anak Usia 0-2 Tahun (Psikologi Bermain)

A.    Tahap Sensonik – Motorik
Pada usia 0-2 tahun anak sudah bisa menikmati gerakan demi gerakan, dalam taraf belajar menguasai dan mengkoordinasikan ketrampilan sensorimotor dimana akan melatih reflek pada bayi dan motorik (otot) kasar dan halus.Permainan akan merangsang anak mulai mempraktekkan dan mengendalikan gerakannya serta menggali pengalaman dalam menggunakan panca indranya, mengembangkan penglihatan, mendengar suara, mengecap rasa serta merasakan sentuhan dengan benda dan pengaruh yang bisa ditimbulkan. Perkembanagan Perkembangan motorik ini bisa terus - menerus diperkaya dari waktu ke waktu, karena itu permainan yang membantu perkembangan motorik anak tetap diperlukan selepas usia tersebut.sehingga dapat menjadi acuan dasar untuk perkembangan individu kedepannya. Adapun macam-macam permainannya dari usia 0-2 tahun adalah :
1.      Permainan carakter colors
Masa ini dimulai dari kelahiran dan berakhir pada saat bayi menjelang dua mingggu.Manfaat : merangsang gerakan dan konsentrasi mata, belajar menggapai dan melatih mata untuk focus dan membedakan warna
Permainan ini menarokkan bentuk carakter yang berwarna di daerah sekitar bayi dimana dia dapat dengan mudah melihatnya cantohnya bola yang penuh warna dan berbebtuk karakter di letakkan di atas tempat tidur bayi yang tergantung.meniup wajahnya dengan sedotan, atau memperdengarkan musik sambil berdansa bersama bayi dalam dekapan Anda.
2.      Main dengan bagian tubuh.
Biasa dilakukan bayi usia 3 sampai 6 bulan, saat ia mulai  tertarik dengan tubuhnya sendiri, misalnya bermain jari tangan dan bermain kaki. Meski anak usia 6 bulan sudah mulai tertarik dengan benda-benda di dekatnya, Anda masih boleh melakukan permainan ini.
Caranya:
Ø  Rebahkan bayi dalam posisi telentang di atas kasur atau matras.
Ø  Pegang kedua kaki dan dorong perlahan secara bergantian  seperti mengayuh sepeda. Lebih seru bila Bunda sambil  menyanyi!
Ø  Lakukan juga dengan kedua tangannya, sebutkan  yang Anda pegang itu tangan atau kaki.
Manfaat:Menguatkan otot paha, sebagai persiapan anak untuk berjalan serta melenturkan otot-otot tangannya. Mengenalkan bagian-bagian tubuh pada anak.
3.      Bayi Berenang
Manfaat permainan : melatih refleks-refleks sensor dan motorik karena Variasi-variasi kecil pada perilaku refleksif dapat terjadi karena interaksi lingkungan, belajar untuk fokus.dimana anak bayi dilatih untuk berenang di kolam yang terbuat dari plastik sebesar bak mandi yang sedang pada umumnya,trus bakmandi yang berisikan air itu di beri bola-bola yang bundar terbuat dari plastik dengan penuh warna yang berbeda-beda.dan langkah terakhir leher bayi di pasang seperti pelampung yang melingkar di leher bayi di mana pelampung tersebut dapat mengangkat bagian kepala si bayi ke permukaan air.sehingga menghindari tenggelamnya bayi di dalam air.dan arus ada peran orang dewasa yang mendampingi permainan ini.
4.      Benda Bermacam Ukuran
Manfaat : perkembangan kognitif dimana bayi lebih mudah dalam mengingat bentuk –bentuk yang ada di sekitarnya atau warna-warna yang ada di sekitarnya.
5.      Lilin / malam
Manfaat : imajinasi dan kratifitas anak
Dalam permainan ini anak di bebaskan untuk membuat sesuatu sesuai imajinasi tiap anak yang nantinya anak dapat lebih aktif dalam motorik halus da motorik kasarnya.
6.      Puzzle
Manfaat : membantu perkembangan motorik (otot) kasar dan halus. Mulailah dari yang sangat sederhana, misalnya hanya terdiri dari 4 potong puzzle. Jika ia telah menguasainya kita dapat memberinya mainan anak puzzle yang lebih banyak jumlah potongannya.
7.      Story Teling
Manfaat: dapat meningkatkan imajinasi anak sampai setiap aspek kehidupannya.dalam permainan ini di minta untuk mencerikakan hal-hal yag ngin di berikan kepada anak yang bersifat mendidik dari aspek moral sampai sosial anak didik,sehingga peran orang tua akan sangat dibutuhkan pada nilai-nilai positif yang di berikan pada anak,cara bermain story teling ini pun dengan suara intonasi yang naik turun dalam bercerita dan bahasa non verbal yang lebih aktif sehingga anak dapat mespon.
8.      Akanvas besar.
Keinginan anak mencoret-coret menggunakan krayon dalam genggamannya semakin besar. Anda dapat menempelkan kertas di lantai atau dinding dan memberi kesempatan padanya untuk mencoret-coret sesuka hatinya.
9.      Bermain kata
Manfaat : adak akan belajar secara kognitif dan melatih otak kanan untuk melatih berbicara.Jika Anda berbicara dengan bahasa bayi saat berkomunikasi dengan si kecil, kata-kata yang muncul dari mulutnya pada saat ia berusia enam bulan, biasanya terdiri suku kata berulang yang sederhana, seperti mama, papa, atau dada.Ulangi kata-katanya untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkannya dan tertarik pada ucapannya.Variasi :Ulangi kata-katanya dan kemudian gunakan kata yang tepat dalam sebuah kalimat, seperti,’Adik ingin bermain bersama papa? Atau “Kamu ingin minum susu?”
10.  Bergerak mengikuti suatu irama/hitungan
Manfaat : melatih motorik kasar dan motorik halus.Ajaklah si kecil bertepuk tangan, menggeleng, berputar, melompat dll secara teratur mengikuti irama.
11.  Susun balok
Usia 12-18 bulan cocok diajak bermain menyusun balok. Otot tangannya sudah bertambah lentur untuk bergerak mengambil balok-balok yang ada di  dekatnya. Ajak dia untuk menyusun balok menjadi apapun yang diinginkan. Awalnya balok-balok akan terjatuh karena kurang tepat peletakannya, namun lama-lama si kecil bisa melakukannya dengan benar.
Manfaat:
-Melatih motorikhalusnya.
-Belajarsebabakibat.
- Belajar warna  dari balok  warna-warni.
12.  Sepeda.
Manfaat : motorik kasar dan motorik halus.Anak seumuran 2 tahun masih senang bermain dengan sepeda sepedaan seperti trike (sepeda roda tiga) atau sepeda roda empat. Memainkan pedalnya (baik dikayuh sendiri ataupun di dorong) masih cukup mengasikkan bagi mereka.
13.  Cilukba
Manfaat : Belajar mandiri. Awalnya bayi cemas melihat Anda hilang dibalik tangan saat mengatakan ‘Ciluuuk’, dan saat Anda membuka tangan dan bilang "Ba" dia akan tenang kembali. Manfaatnya, saat Anda pergi ke luar rumah, misalnya ke kantor, bayi belajar untuk mengurangi rasa cemas dan sedihnya, karena ia tahu Bunda akan kembali.Belajar sabar. Setelah bilang "Ciluuuk" beri jeda 2-3 detik untuk mengatakan "Ba". Secara tidak langsung, bayi akan belajar untuk menunggu giliran.Belajar untuk fokus. Jeda antara ‘Ciluk’ dan ‘Ba’ melatih bayi fokuskan perhatian, fokus pada sesuatu adalah modal dalam proses belajar. Saat bayi semakin besar, ia belajar untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Di usia 3-5 bulan, ia akan tersenyum dan tertawa melihat muka Anda yang ada-menghilang-dan ada kembali. Di usia 5-8 bulan, ia mulai belajar dan bisa memprediksi tanda-tanda saat orang tuanya mau memulai permainan Cilukba dengannya, itu terlihat dari mukanya yang menunjukkan antisipasi dan tersenyum sebelum kita memulai permainan. Kemampuan bayi ini berguna untuk mengobservasi dan menarik kesimpulan dari hal-hal yang terjadi di sekitar.

Jangan larang anak bermain pasir. Tak apa kotor sedikit, tapi banyak manfaat dalam bak pasir itu. Anak usia 1-2 tahun mampu mengeksplorasi pasir dengan bantuan beberapa alat seperi sekop pasir atau sendok, ember kecil atau botol dan kaleng bekas, cetakan agar-agar aneka bentuk.
Caranya
Ø  Basahi sebagian pasir
Ø  Ajarkan anak mengambil pasir dengan sekop, masukkan ke dalam cetakan atau ember.
Ø  Tumpahkan kembali.
Ø  Ulang lagi dengan cetakan yang lain
Manfaat:
-          Merasai tekstur pasir dengan kulitnya.
-          Belajar sebab akibat dari bentuk-bentuk yang dia buat dengan cetakan.
-          Belajar konsep isi dan kosong.

15.  Permainan Corong Minyak
Berikut ini adalah permainan sederhana, murah meriah dan mengasikkan. Karena permainan ini menggunakan air dan alat-alat yang mengasikkan bagi anak usia 1-2 tahun. Bahkan untuk anak usia 4 – 5 tahun pun masih sangat menikmati permainan ini. Kalau untuk anak usia 4 -5 tahun barangkali lebih didorong karena ingin bermain permainan peran yang mengasyikkan misalnya main masak-masakan, jual-jualan, dan sebagainya.
Manfaat permainan ini antara lain dapat mengembangkan :
Ø  Pemahaman bagaimana mengisi dan membuat penuh wadah
Ø  Pemahaman konsep “kosong” melalui kebebasan berimajinasi/berkreasi
Ø  koordinasi/kerjasama mata dan telinga
Ø  Sensitivitas/kepekaan indera peraba
Bahan yang diperlukan :
-          Satu buah corong minyak yang terbuat dari plastic
-          Satu buah botol, diutamakan dari plastic
-          Air dalam baskom secukupnya
-          Cangkir kecil terutama daro plastik, atau kaleng untuk menuangkan air
Cara Bermain :
-          Anak diminta mencoba untuk memasukkan corong kedalam mulut botol (sambil dibantu bila diperlukan)
-          Anak diminta mengambil air di baskom dengan menggunakan cangkir untuk dimasukkan ke dalam botol secara perlahan-lahan dan hati-hati (sambil dibimbing bila diperlukan)
-          Lakukan berulangkali sampai anak tersebut terampil dan merasa bosan.
-          Permaian ini juga bisa dimodifikasi dengan mengganti bahannya . misalnya dengan pasir, beras atau air yang diberi warna.
16.  Cilukba gelas.
Di usia 6 bulan bayi sangat senang 'cilukba' dengan tangan dan wajah. Di usia  1-2 tahun,  permainan cilukba bisa  dilakukan dengan   gelas dan mainan.Caranya:
Ø  Letakkan 3 gelas warna-warni berderet.
Ø  Letakkan mainan di bawah salah satu gelas,
Ø  lalu minta anak menebak. Jika berhasil menebak, ulangi kembali dengan warna gelas yang lain kemudian pindahkan posisi gelas.
Manfaat:
1. Memahami konsep objek permanen, yaitu objek tetap ada meski anak tidak melihatnya.
2. Mengenal konsep di dalam dan di luar.
3. Mengenal konsep ukuran  besar dankecil.
4. Belajar untuk berkonsentrasi dan pengamatan visual.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar